Sunday, May 1, 2011

Rabies di Poso

Wilayah Kabupaten Poso merupakan daerah endemis penyakit rabies. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2009, populasi anjing yang ada di daerah ini mencapai 20.000 ekor. 
Data Rumah Sakit Umum Daerah Poso pada tahun 2010 terjadi kasus penggigitan anjing sejumlah 166 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, hanya 34 kasus atau 20,48% yang memeriksakan hewan penular rabies (HPR) pada Laboratorium Kesehatan Hewan,  sementara hasil pemeriksaan laboratorium dari 34 kasus tersebut 31 kasus atau 91,18% teridentifikasi positif rabies.
Melihat data perkembangan penyakit hewan menular serta populasi HPR tersebut diatas, peluang terjadinya kasus-kasus pengigitan HPR yang dapat mencelakakan masyarakat bahkan sampai menimbulkan kematian akan terus meningkat.  Hal ini sesuai dengan data Rumah Sakit Umum Daerah Poso yang melaporkan kasus kematian masyarakat karena penyakit rabies cenderung mengalami peningkatan, dimana tahun 2010 terjadi 2 kasus kematian sedangkan tahun 2011 sampai dengan bulan  April telah terjadi 11 kasus kematian masyarakat.
Pencegahan dan pemberatasan penyakit hewan membutuhkan pelayanan yang memadai dan mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkannya, mengingat wilayah Kabupaten Poso yang sangat luas serta populasi hewan/ternak yang cukup besar.  Untuk itu diperlukan pembangunan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada beberapa wilayah yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan hewan yang lebih cepat dan memadai.

No comments:

Post a Comment